- Damkar Kota Semarang berhasil memadamkan kebakaran lahan ilalang seluas 600 m² di Jangli, Tembalang, Sabtu 8 Agustus 2026 malam.
- Waktu tanggap petugas menuju lokasi hanya membutuhkan waktu 10 menit setelah laporan warga diterima.
- Peristiwa ini dipastikan nihil korban jiwa maupun kerugian materiil bangunan.
MATASEMARANG.COM – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang bergerak cepat menangani insiden kebakaran lahan kosong di kawasan Jalan Jangli Gabeng, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu malam, 8 Agustus 2026.
Laporan insiden tersebut pertama kali diterima oleh petugas komunikasi Damkar Kota Semarang dari seorang warga setempat pada pukul 18.50 WIB.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang Tantri Pradono mengonfirmasi bahwa armada dan personel langsung meluncur ke lokasi dengan waktu tanggap (response time) hanya 10 menit.
“Setelah menerima laporan dan kroscek informasi, personel langsung diterjunkan. Penanganan dilakukan oleh lima personel Pleton 2 menggunakan armada Pos 36 lengkap dengan APD serta perlengkapan pemadaman standar,” jelas Tantri Pradono.
Pemadaman Dua Jam di Luas Area 600 Meter Persegi
Proses pemadaman berlangsung intensif akibat vegetasi ilalang kering yang memicu api menyebar dengan cepat.
Petugas melakukan teknik penanganan melingkupi lokalisasi titik api, pemadaman langsung, hingga proses pendinginan.
Luas lahan ilalang yang terdampak kobaran api diperkirakan mencapai 600 meter persegi.
Setelah penanganan berdurasi sekitar dua jam, api berhasil dipadamkan total pada pukul 21.00 WIB.
Damkar Kota Semarang memastikan tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun kerugian bangunan dalam peristiwa ini.
Imbauan Waspada Potensi Cuaca Kering
Menghadapi potensi cuaca kering, Damkar Kota Semarang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di area lahan vegetasi.
Warga diimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan serta menghindari tindakan membuang puntung rokok di lahan kosong guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam kawasan permukiman.

















