Ledakan Pabrik di Kawasan Industri Candi Semarang Picu Kebakaran, 1 Pekerja Tewas dan 9 Luka-Luka

Kebakaran terjadi di Kawasan Industri Candi Kota Semarang, 1 Juli 2026 (foto: Damkar Kota Semarang)
Kebakaran terjadi di Kawasan Industri Candi Kota Semarang, 1 Juli 2026 (foto: Damkar Kota Semarang)

MATASEMARANG.COM – Ruang laboratorium dan produksi milik PT Raw Botanical yang terletak di Kawasan Industri Candi, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang terbakar hebat menyusul adanya suara ledakan keras dari dalam pabrik pada Rabu, 1 Juli 2026.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang Tantri Pradono dalam keterangannya menyatakan peristiwa ini menelan satu orang pekerja meninggal dunia (MD) di lokasi kejadian dan sembilan orang lainnya mengalami luka bakar serius.

Laporan kebakaran pertama kali masuk ke pusat komunikasi (PHB) pada pukul 10.05 WIB melalui warga bernama Sharul dan Dimas.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pemkot Semarang Bangun 10 Rumah untuk Warga Kurang Mampu, Anggaran Rp 40 Juta Tiap Rumah

“Menurut keterangan saksi di lapangan yang saat itu berada tepat di depan lokasi kejadian, dirinya sempat mendengar suara ledakan keras sebanyak dua kali dari arah dalam gedung produksi PT Raw Botanical,” terang Tantri Pradono.

“Ledakan tersebut langsung diikuti oleh teriakan histeris dari para pekerja di dalam pabrik yang meminta pertolongan,” sambungnya.

Mendapat laporan tersebut, petugas komunikasi langsung menginstruksikan pos pemadam terdekat, yakni Pos Ngaliyan, untuk segera meluncur ke lokasi.

Dengan response time sekitar 15 menit, armada pertama tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pukul 10.25 WIB.

BACA JUGA  Truk Tak Kuat Menanjak di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang Bikin Macet

Saat petugas sampai di lokasi, api sudah dapat dikondisikan oleh sistem internal (pabrik), sehingga petugas langsung memfokuskan tindakan pada proses pendinginan area guna mengantisipasi munculnya titik api baru.

Untuk menjinakkan area seluas kurang lebih 30×50 meter yang terdampak, Damkar Kota Semarang mengerahkan sebanyak 22 personel dengan dukungan 5 unit armada pemadam (Armada 31, 36, 40, 42, dan 34) serta memanfaatkan pasokan air dari PDAM.

Pos terkait