Kompleks tersebut terdiri dari delapan menara yang dihuni sekitar 4.000 orang. Pada Jumat, sekitar 800 warga telah dievakuasi ke hotel dan tempat tinggal sementara.
Polisi menahan dua direktur dan seorang konsultan teknik dari Prestige Construction & Engineering Company atas dugaan pembunuhan tidak berencana (manslaughter).
Menurut penyelidik, perancah bambu dan lembaran plastik penutup jendela mempercepat penyebaran api hingga melalap beberapa lantai dalam hitungan menit.
Tragedi ini menjadi kebakaran pertama dalam 17 tahun terakhir di Hong Kong yang mencapai status darurat level 5, kategori tertinggi dalam sistem penanganan bencana kota itu. (Ant/Anadolu)



















