Mahasiswa Jateng di Perantauan, Luthfi: “Ndang Luluso, Ndang Muliho”…

Oleh karena itu, kata dia, ekonomi di sektor tersebut terus digalakkan, apalagi saat ini sudah 12 kabupaten/kota di Jateng yang menjadi kota kreatif.

Selain memfasilitasi pengembangan ekonomi kreatif, kata dia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus berupaya memperluas kesempatan kerja, dengan menarik investasi sebesar-besarnya.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, realisasi investasi di provinsi ini pada Januari-September 2025 mencapai Rp66,13 triliun atau 84,42 persen dari target tahunan penanaman modal.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Cegah Cyber Bullying, Disdik Kota Semarang Imbau Orang Tua Ikut Awasi Anak

Capaian tersebut diikuti dengan serapan tenaga kerja sebanyak 326.462 pekerja, terbanyak nomor dua se pulau Jawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng Ahmad Aziz mengatakan, faktor lain untuk memperluas kesempatan kerja adalah keahlian, karakter, dan jejaring, selain disiplin ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi.

Untuk itu, pelatihan-pelatihan terus diberikan, untuk menciptakan sumber daya manusia Jateng yang kompetitif.

“Banyak investor atau perusahaan yang mengutamakan keahlian dan karakter. Terkait karakter ini, sumber daya manusia atau tenaga kerja asal Jawa Tengah selalu mendapatkan apresiasi dari pelaku usaha,” katanya. (Ant)

Pos terkait