Ketika rekaman diputar ulang, barulah rangkaian peristiwa itu tersusun dengan jelas.
Sang nenek masuk, naik ke lantai dua, mengambil televisi, lalu keluar kembali melalui pintu yang sama. Tidak ada upaya penyamaran yang rumit, tidak pula tindakan tergesa-gesa. Semua berlangsung dalam ritme yang nyaris biasa.
Keheningan justru menjadi latar paling mencolok dalam peristiwa ini. Tidak ada yang menghentikan, tidak ada yang mencurigai. Pintu samping yang tidak terpantau menjadi celah yang dimanfaatkan, sebuah detail kecil yang berujung pada kehilangan.
Namun di balik kejanggalan itu, keputusan pemilik ruko menghadirkan lapisan cerita lain.
Alih-alih melaporkan kejadian tersebut ke polisi, ia memilih menahan diri. Faktor kemanusiaan menjadi pertimbangan utama karena usia pelaku yang sudah lanjut menggugah empati, meski kerugian tetap nyata.
Polisi sendiri belum memastikan apakah perempuan dalam rekaman ini sama dengan sosok lansia lain yang sempat viral dalam video berbeda di kawasan yang sama. ***





















