MATASEMARANG.COM – Viralnya sebuah hidran yang terkena cor beton di depan Polsek Pedurungan Kota Semarang mendapat tanggapan dari DPRD Kota Semarang.
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Widodo menyarankan kepada PDAM Tirta Moedal Kota Semarang sebagai pemasok air untuk hidran untuk menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan beberapa organiasi perangkat daerah (OPD) termasuk Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), DPU dan Disperkim.
“Kami minta kepada PDAM untuk punya inisiatif menggelar rapat koordinasi lintas sektor khususnya dengan dinas kebakaran, DPU dan Disperkim agar melakukan koordinasi sehingga tidak ada terulang kejadian seperti itu,” kata Joko saat dihubungi Selasa, 6 Januari 2025.
Ia berharap rapat koordinasi lintas sektor tersebut bisa segera dilaksanakan agar permasalahan terkait hidran bisa segera terselesaikan.
Lebih lanjut, Joko juga menyarankan kepada dinas damkar untuk ikut aktif memantau kondisi hidran. Sebab, kata dia, damkar adalah pengguna fungsi hidran, sedangkan PDAM bertugas untuk memastikan pasokan kebutuhan air dalam hidran.
“Menurut saya fungsi kontrol dari dinas kebakaran menjadi satu hal yang penting karena mereka adalah pengguna alat itu,” tutur dia.
Joko juga menyayangkan atas viralnya masalah tersebut. Pasalnya, ia menilai Dinas Damkar Kota Semarang memiliki tanggung jawab sebagai pengguna sehingga damkar harus secara rutin mendokumentasikan, memetakan titik hingga melakukan pengecekan rutin.
“Ya seharusnya tidak harus diviralkan karena sebenarnya itu tanggung jawab mereka (damkar) sebagai pengguna harusnya mereka mulai pendokumentasian, memetakan titik, pengecekan rutin dilakukan jadi ketika ada emergency itu kemudian seluruh hidran bisa digunakan dengan baik,” pungkasnya.


















