Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung perlindungan perempuan dan anak.
Bentuknya bisa berupa menciptakan lingkungan ramah anak, melaporkan kasus kekerasan, hingga memberikan advokasi dan pendampingan.
“Perlindungan perempuan dan anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus ikut berperan aktif. Dengan kolaborasi, kita bisa mewujudkan Jawa Tengah yang aman dan ramah bagi semua,” pungkas Krisseptiana.


















