Namun, hingga kini, bantuan dari perusahaan berupa tempat pilah sampah dan gerobak, belum ada yang memberikan dalam bentuk truk sampah baru. Hal ini disebabkan oleh biaya satu kontainer yang cukup besar, sekitar Rp60 juta.
“Kami berharap perusahaan dapat turut serta membangun Kota Semarang. Di samping itu, kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk berusaha secepat mungkin mengembalikan seluruh truk ke kondisi normal agar layanan tidak terganggu,” tutupnya.


















