“Ini kampung yang harus dilestarikan. Kekhasan seperti ini tidak ada di tempat lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa kemajuan Kampoeng Djadhoel hanya bisa terwujud melalui peran serta warga. Untuk itu, pihaknya memberikan challenge atau tantangan yang melibatkan masyarakat, perangkat kelurahan, hingga para pelaku UMKM setempat.
“Harapan saya, Mbak Puan bisa melihat bahwa Kampoeng Djadhoel ini semakin maju. Caranya adalah dengan peran serta masyarakat,” ujarnya.
Dirinya mengumumkan kompetisi pembuatan konten promosi Kampoeng Djadhoel, yang terbuka bagi seluruh warga Kelurahan Rejomulyo. Peserta cukup membuat unggahan foto atau video bertema Kampoeng Djadhoel dan mempublikasikannya di media sosial. “Pokoknya KTP-nya Kelurahan Rejomulyo boleh ikut,” ujar Agustina.
Peserta diminta menautkan tagar #KampoengDjadhoel, #PemkotSemarang, dan #DisbudparSemarang, serta menandai akun resmi Wali Kota. Waktu kompetisi hanya satu minggu sejak diumumkan.
Selain lomba, Wali Kota Agustina juga meminta camat dan lurah setempat untuk mengkoordinasikan upaya pembenahan lingkungan Kampoeng Djadhoel agar semakin layak untuk dipromosikan.
“Kalau di foto bagus. Ini sudah jadul, tapi jangan kusam. Mungkin ada yang terlalu lama tidak dibetulkan,” katanya.
Ia memberikan ruang kepada warga untuk turut mengusulkan perbaikan, serta memastikan dukungan anggaran tetap berlanjut, termasuk bantuan dana Rp25 juta untuk RT yang menurutnya akan kembali diberikan tahun depan.

















