Longsor Cilacap: Keluarga Dua Korban Ikhlas, Basarnas Hentikan Pencarian

Terkait dengan hal itu, dia menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah kini beralih fokus pada penanganan setelah bencana, salah satu prioritasnya berupa percepatan pembangunan hunian sementara (huntara).

Menurut dia, Pemkab Cilacap bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan lahan seluas 3,9 hektare untuk pembangunan sekitar 240 unit huntara.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Bupati Blora Sebut Sumur Minyak yang Terbakar Ilegal

“Target kami bulan ini sudah mulai dibangun, minimal 50 unit terlebih dahulu. Kami pastikan prosesnya berjalan cepat,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan huntara dirancang sebagai “rumah bertumbuh” yang nantinya berada di lokasi yang sama dengan hunian tetap (huntap).

Menurut dia, pembangunan satu satu unit huntara dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.

“Kalau percepatan dilakukan, keseluruhan huntara tidak sampai tiga bulan. Setelah itu baru kami ajukan hunian tetapnya kepada Menteri Keuangan melalui BNPB,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Kendal dan Tegal Kompak, Ziarah ke Makam Tumenggung Bahurekso

Sebelum pembangunan itu ditetapkan secara final, kata dia, dalam waktu dekat tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan melakukan asesmen geologi di lokasi longsor.

“PVMBG akan menilai mana wilayah yang harus direlokasi. Data itu juga menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai syarat administrasi pembangunan huntara dan hunian tetap,” katanya.

Bupati mengatakan sedikitnya 16 rumah yang terdampak langsung sudah masuk daftar prioritas relokasi.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Cilacap Muhammad Abdullah menyampaikan permohonan maaf dan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat selama operasi pencarian.

Pos terkait