LPPM Unsoed Gaungkan Transformasi Digital Berkelanjutan Berbasis Nilai Lokal

LPPM Unsoed Kembali menyelenggarakan ICMA-SURE (foto: HUmas Unsoed)
LPPM Unsoed Kembali menyelenggarakan ICMA-SURE (foto: HUmas Unsoed)

“Digitalisasi bukan sekadar modernisasi, melainkan instrumen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, memperkuat ketahanan sosial, dan mendorong pembangunan inklusif,” tegasnya.

Konferensi ini menghadirkan pembicara utama yaitu Prof. Stella Christie, Ph.D., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia; serta Prof. Dr. Slamet Rosyadi, Kepala SDGs Center Unsoed.

Dari ranah internasional, tampil pula sejumlah pakar seperti Dr. Lin Ma (University of Greenwich, Inggris), Dr. Janos Kovacs (University of Pecs, Hungaria), Dr. Tuomo Rautakivi (University of Applied Sciences, Finlandia), dan Dr. Ruttikorn Sriprasertsuk (Prince of Songkla Burapha University, Thailand). Kehadiran mereka memperkaya diskusi dengan beragam perspektif global mengenai integrasi nilai-nilai lokal dalam transformasi digital.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pajak 4.0: Menjemput Masa Depan, Meningkatkan Penerimaan di Era Digital

ICMA-SURE 2025 membahas lima sub-tema strategis, yakni Life and Applied Sciences, Health and Well-Being, Resilience and Sustainable Infrastructure, Social, Economy and Justice, serta Sustainable Communities.

Melalui konferensi ini, Unsoed menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berakar pada nilai-nilai lokal, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Pos terkait