Mahasiswa KKN UPGRIS Mengabdi Edukasi “Anti-bullying” Anak SD–SMP di RW 05 Kaligawe

Kelompok 7 KKN UPGRIS. (matasemarang.com/Lia Dina)
Kelompok 7 KKN UPGRIS. (matasemarang.com/Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Kelompok 7 KKN RPL/Karyawan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bertema “KKN UPGRIS Mengabdi”.

Kegiatan tersebut fokus pada sosialisasi kampanye anti-bullying yang diadakan di Pos Kamling RW 05 Kelurahan Kaligawe Kota Semarang.

Koordinator KKN UPGRIS Kelompok 7 Pongky Melia Utarya Agung mengatakan program ini dirancang untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada generasi muda tentang fenomena bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dan pergaulan sehari-hari.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Sekolah Jurnalistik PWI Jateng - FH Unissula, Upaya Bekali Mahasiswa Etika Berpikir dan Menulis

Sebanyak 12 anak usia SD hingga SMP hadir dan mengikuti rangkaian materi yang disampaikan secara interaktif oleh tim mahasiswa KKN.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada generasi muda tentang fenomena bullying yang sering terjadi di sekolah dan kehidupan sehari-hari,” kata Pongky, Rabu 28 Januari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, materi edukasi mencakup definisi bullying, bentuk-bentuk perilaku bullying, baik fisik maupun nonfisik serta dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap perkembangan psikologis anak. Penyampaian dikemas dengan bahasa sederhana dan contoh nyata agar mudah dipahami oleh peserta.

BACA JUGA  Ada 10.332 Ijazah Ditahan Sekolah Swasta di Kota Semarang

Pongky mengatakan edukasi seperti ini selaras dengan praktik pengabdian mahasiswa KKN lain di berbagai daerah yang juga menitikberatkan pada sosialisasi pencegahan bullying bagi siswa sekolah dasar dan menengah untuk menumbuhkan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

“Kegiatan tidak hanya berupa ceramah, tetapi dilengkapi dengan sesi tanya jawab interaktif di mana anak-anak diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan berbagi pendapat mereka. Sesi ini menjadi momen reflektif penting, karena selain menerima materi, peserta juga terlibat aktif dalam diskusi sehingga pemahaman mereka terhadap isu bullying semakin kuat,” ujarnya.

Pos terkait