Mahasiswa UMP Belajar Ternak Modern di Experimental Farm Unsoed

Mahasiswa UMP melakukan observasi langsung di kandang sapi perah Experimental Farm Unsoed (foto: Humas Unsoed)
Mahasiswa UMP melakukan observasi langsung di kandang sapi perah Experimental Farm Unsoed (foto: Humas Unsoed)

MATASEMARANG.COM – Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat pendidikan berbasis praktik melalui keberadaan 12 laboratorium dan satu kebun stasiun percobaan Experimental Farm yang berfungsi sebagai Teaching Farm.

Fasilitas ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga wahana edukasi publik yang terbuka bagi masyarakat.

Expfarm mengelola beragam komoditas ternak, baik ruminansia maupun non-ruminansia.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Halal Center Unsoed Perkuat Literasi Halal bagi Masyarakat dan Pelajar

Untuk ruminansia, terdapat sapi perah, sapi potong, kambing, dan domba. Sapi potong yang dikembangkan berasal dari berbagai bangsa, seperti Peranakan Ongole (PO), Jabres, Bali, Madura, dan Limousin.

Adapun ternak non-ruminansia meliputi ayam petelur dan ayam pedaging dengan sistem pemeliharaan modern.

Pada 31 Desember 2025, Expfarm menerima kunjungan edukasi dari 28 mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Program Studi Pendidikan Biologi.

Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran luar kelas pada mata kuliah Teknik Pembelajaran Lapangan.

BACA JUGA  Unsoed Rayakan Dies Natalis Ke-62 dengan Pergelaran Wayang Kulit

Rombongan disambut oleh Merryafinola Ifani, S.Pt., M.Pt., dosen Laboratorium Produksi Ternak Perah sekaligus pengelola Expfarm. Ia menjelaskan profil farm beserta komoditas ternak yang dikelola sebagai sarana pembelajaran terapan.

“Ruminansia menjadi fokus utama karena sistem pencernaannya khas, mampu memanfaatkan pakan berserat tinggi, sehingga penting untuk memahami manajemen pakan, kesehatan ternak, dan sistem produksi,” paparnya.

Mahasiswa kemudian diajak berkeliling kandang sapi perah, sapi potong, domba, serta unit unggas. Mereka juga mengunjungi kandang Closed House ayam petelur berkapasitas 20.000 ekor untuk mempelajari sistem pemeliharaan unggas modern berbasis pengendalian lingkungan.

Pos terkait