- PJU di Kota Semarang berhadapan dengan tantangan pencurian lampu hingga kabel
- Dishub Kota Semarang mengarahkan 70 personel untuk menjaga dan merawat 88 ribu titik PJU
MATASEMARANG.COM – Pengelolaan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Semarang dihadapkan pada tantangan besar.
Selain harus merawat sekitar 88.000 titik lampu jalan hanya dengan kekuatan kurang dari 70 personel teknis, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang juga harus berhadapan dengan maraknya gangguan teknis di lapangan, mulai dari pencurian kabel hingga ranting pohon yang rimbun.
Kepala Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan mengungkapkan bahwa para petugas lapangan harus bekerja ekstra keras dalam dua shift selama 24 jam dengan risiko pekerjaan yang sangat tinggi.
“Personel kita kurang dari 70 orang untuk mengampu 88.000 titik lampu se-Kota Semarang. Mereka bekerja dua shift dan pekerjaannya sangat berisiko. Saat perbaikan di siang hari, sengatan aliran listrik dan cuaca panas membuat fisik mereka sangat lelah setelah bekerja dua jam, sehingga harus istirahat ekstra,” kata Danang, Jumat, 16 Oktober 2026.
Keterbatasan personil tersebut kian diperberat dengan maraknya kasus perusakan dan pencurian komponen infrastruktur PJU konvensional di sejumlah wilayah.
“Kendalanya di lapangan salah satunya di PJU konvensional, yaitu kabelnya hilang dicuri. Selain itu, ada juga lokasi-lokasi yang rawan korosi, baik pada komponen kabel maupun tiang pintunya,” bebernya.
Tak hanya faktor fisik dan tindakan kriminal, distribusi pencahayaan lampu jalan juga sering terhambat oleh rimbunnya dedaunan pohon.
Bahkan pada PJU bertenaga surya (solar cell), yang tertutup ranting pohon membuat panel tidak dapat menyimpan energi baterai secara optimal. Untuk itu, Dishub terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan perempelan pohon secara berkala.

















