MATASEMARANG.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang Endang Sarwiningsih mengatakan sebanyak tujuh siswa jenjang SMA di Sekolah Rakyat Kota Semarang mendundurkan diri.
Ia mengatakan rata-rata anak-anak yang mengundurkan diri karena faktor ekonomi di keluarganya yang masih kekurangan, sehingga anak-anak diminta orang tuanya untuk membantu mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Ada 7 orang jenjang SMA yang mundur, ada yang dari Kecamatan Pedurungan, Semarang Utara juga ada dan rata-rata alasan kebutuhan ekonomi dan orang tuanya meminta anaknya ikut kerja untuk bantu keuangan keluarga,” kata Endang, Kamis, 5 Februari 2026.
Selain alasan ekonomi, Endang menyebut perubahan kebiasaan atau habit, anak-anak yang sebelumnya bebas dan saat di Sekolah Rakyat harus masuk asrama serta harus mematuhi semua aturan yang ada juga menjadi pemicu anak-anak mundur dari SR.
“Perubahan kebiasaan mungkin jadi pengaruh juga, karena biasanya anak-anak ini kan bebas dan kalau di SR ini kan masuk asrama. Kesadaran orang tua juga kurang ya, padahal dengan anaknya masuk SR diharapkan nanti anaknya memiliki pendidikan yang lebih baik dan diharakan bisa mengangkat derajat orang tua dan terbebas dari kemiskinan,” jelasnya.
Endang mengaku jika sudah memanggil orang tua siswa yang mengundurkan diri untuk diberikan pemahaman akan pentingnya bangku sekolah bagi anak-anak mereka.
Bahkan Dinsos berupaya akan memberikan pelatihan bagi para orang tua siswa sesuai minat dan bakat untuk membekali para orang tua agar tetap bisa menjaga perekonomian keluarga tanpa harus anak-anak ikut bekerja.


















