Nawal Arafah Yasin Jadi Bunda Literasi, Indeks Minat Baca Jateng 64,40

Nawal Arafah Yasin Jadi Bunda Literasi, Indeks Minat Baca Jateng 64,40.
Nawal Arafah Yasin dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Jateng oleh Wakil Gubernur Taj Yasin.

MATASEMARANG.COM – Nama Nawal Arafah Yasin dikukuhkan menjadi Bunda Literasi Jateng bertepatan dengan momentum Hari Kartini pada Senin 21 April 2025, di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang.

Nawal Arafah Yasin dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Jateng oleh Wakil Gubernur Taj Yasin. Di harapkan ia mampu meningkatkan minat baca warga Jawa Tengah.

Di ketahui, pada 2023, nilai Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Jawa Tengah sebesar 71,31. Nilai ini lebih tinggi dari nasional, yang berada di angka 66,77. Sementara, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Jawa Tengah pada tahun 2023 sebesar 64,40.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  HUT Ke-80 Jateng, Sumanto Apresiasi Program Unggulan Pemprov dan Dorong Pengentasan Kemiskinan

Wagub Taj Yasin menilai, Nawal Arafah dinilai tepat sebagai bunda literasi di Jateng. Sebab, Ia memiliki latar belakang kuat dalam membumikan budaya membaca. Sehingga sangat tepat mengemban amanah ini.

“Saya kenal betul dengan Nawal Arafah. Sebelum menikah, saya diajak beliau ‘ayo kita baca Al-Qur’an sehari khatam’. Jadi beliau membangun rumah tangga dengan mengedepankan pendidikan dan membaca,” kata Taj Yasin di sela acara pengukuhan.

Ia menaruh harapan besar terhadap peran Bunda Literasi dalam meningkatkan minat baca di Jawa Tengah.

BACA JUGA  Kebijakan Bersarung bagi Pegawai di Pemprov Jateng Berimbas ke UMKM

“Saya yakin, dengan adanya Bunda Literasi di Jawa Tengah, semangat untuk membaca dan masuk ke perpustakaan akan tercapai. Sehingga angka putus sekolah bisa kita gerus, minimalisir, syukur-syukur tidak ada lagi,” ujarnya.

Dalam momentum peringatan Hari Kartini ke-146 ini, lanjut Taj Yasin, mengingatkan kembali akan pentingnya pendidikan.

Surat yang dituliskan Kartini kepada Prof Dr G K Anton pada Oktober 1902 menuliskan keresahan Kartini terhadap para perempuan yang tidak mengenyam pendidikan, sementara mereka kelak bertanggungjawab mendidik anak-anaknya.

Pos terkait