NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
Terkait harga beras, BPS melaporkan rata-rata harga beras di penggilingan pada Desember 2025 secara total naik 1,26 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m), dan naik sebesar 6,38 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).
Jika dipilah menurut kualitas beras di penggilingan, harga beras premium tercatat naik 2,62 persen secara m-to-m dan naik 6,92 persen secara y-on-y. Sementara beras medium naik 0,67 persen secara m-to-m dan naik 6,72 persen secara y-on-y.
Selanjutnya untuk inflasi beras di tingkat grosir serta eceran pada Desember 2025, di tingkat grosir terjadi inflasi beras sebesar 0,22 persen secara m-to-m, dan juga terjadi inflasi beras sebesar 5,00 persen secara y-on-y. Sedangkan di tingkat eceran terjadi inflasi beras sebesar 0,18 persen secara m-to-m, dan juga terjadi inflasi beras sebesar 3,64 persen secara y-on-y. (Ant)


















