MATASEMARANG. COM – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara ihwal keresahan para kepala daerah atas pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Prasetyo mengatakan para kepala daerah telah diberi penjelasan terkait dinamika pemotongan TKD yang belakangan menimbulkan keresahan di sejumlah provinsi.
Menurut Prasetyo, pertemuan antara para gubernur dan Kementerian Keuangan baru-baru ini bukan merupakan bentuk protes, melainkan penyampaian aspirasi mengenai skema penyaluran TKD.
“Bukan menggeruduklah itu, bukan. Mereka menyampaikan apa yang menjadi dinamika, dan kemarin sudah diterima oleh Menteri Keuangan, juga oleh Mendagri. Kita berikan pemahaman bersama bahwa yang berkenaan dengan masalah transfer ke daerah ini sekarang dibagi menjadi dua, yaitu transfer ke daerah langsung dan transfer ke daerah tidak langsung,” ujar Prasetyo dalam rekaman suara yang diterima, Sabtu.
Dia menjelaskan, skema transfer tidak langsung meliputi berbagai program nasional pemerintah pusat yang juga diterima oleh masyarakat di daerah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialokasikan sekitar Rp335 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Nah ini kan dinikmati juga oleh seluruh daerah, kan begitu,” kata Prasetyo.
Menanggapi kekhawatiran sebagian kepala daerah yang ingin menyalurkan anggaran sesuai dengan janji kampanye politik mereka, Prasetyo mengatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah perlu menyelaraskan tata kelola anggaran agar setiap program benar-benar berdampak bagi masyarakat.





















