Keberhasilan pembinaan ini turut menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia, termasuk di ajang bergengsi seperti All England dan berbagai turnamen internasional lainnya.
Selain program pencarian bakat, investasi dalam pembangunan fasilitas pelatihan modern di Kudus menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas atlet. Kontribusi Michael dalam bulu tangkis tidak hanya terbatas pada dukungan finansial, tetapi juga dalam menjaga ekosistem olahraga dari level usia dini hingga elite.
Sistem yang dibangun dinilai mampu memastikan regenerasi atlet tetap berjalan di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Di sisi lain, Michael juga memiliki peran di olahraga bridge. Michael merupakan atlet bridge dan turut membela Indonesia di level internasional.
Michael memenangi medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 2008, 2009, dan 2010. Ia kemudian tampil pada Asian Games 2018 dan turut berandil memenangi medali perunggu.
Berkat sumbangsihnya dengan medali perunggu tersebut, Michael menjadi atlet Indonesia paling tua di Asian Games 2018. Ia juga mendapat medali Satyalancana Dharma Olahraga dari Presiden Joko Widodo pada 2020.





















