“Kami bersama masyarakat, lurah, dan camat sudah melakukan antisipasi sejak awal. Beberapa karung sudah kami pasang untuk memperkuat titik-titik rawan di Plumbon,” terangnya.
Namun, karena kondisi tanggul yang sudah termakan usia dan tingginya intensitas hujan, tanggul tersebut mengalami kerusakan sepanjang 20 meter.
“Tanggul yang usianya sudah tua tidak lagi mampu menghadapi derasnya arus saat hujan ekstrem. Limpasan besar dari kawasan Cangkiran dan Mijen menyebabkan tanggul jebol,” jelasnya.
Agustina turut menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama mengingat prediksi BMKG akan adanya lonjakan curah hujan hingga Februari mendatang. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif menjaga lingkungan.
“Kemungkinan mulai minggu ke dua Desember ini akan ada lonjakan curah hujan yang cukup lebat, cukup tinggi di Kota Semarang sehingga kita semua harus bersiap, yang pertama tetap kita jaga kebersihan saluran serta sungai dari sampah,” pesannya.
Selain itu, dia juga mengingatkan warga yang bermukim dekat sungai untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dan segera melapor jika melihat potensi bahaya.
“Bagi warga yang bertempat tinggal dekat bantaran, agar berhati-hati apabila ada lonjakan arus yang cukup besar. Segera laporkan kepada lurah atau camat untuk bisa ditindaklanjuti OPD terkait. Kerja bakti dan kepedulian bersama menjadi kunci mencegah banjir,” kata dia.
Pemkot Semarang menegaskan komitmennya menghadirkan penanganan cepat, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga.


















