Pemkot Semarang Belum Terapkan WFH, Wali Kota: Besok Ada Agenda Libatkan 400 Orang

MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang belum akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) yang sudah diputuskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) setiap Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan pada Jumat, 10 April 2026, ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang belum akan melakukan WFH.

Penerapan WFH di Ibu Kota Jawa Tengah ini masih dalam proses perumusan. Pasalnya, esensi kebijakan WFH ini adalah upaya menghemat energi salah satunya dengan mengurangi jumlah penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan dinas milik pemerintah dengan mekanisme WFH.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  30 Wartawan Kota Semarang Adu Wawasan dalam Lomba Cerdas Cermat

Agustina meminta jajarannya untuk menghitung seberapa besar penghematan yang bisa dilakukan jika WFH diberlakukan. Namun ia tetap menginginkan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik.

“Jadi besok belum WFH. Intinya menghemat BBM tidak pergi ke kantor, bekerja dari rumah sehingga BBM mobil dinas dikurangi. Saya minta dihitung proses pengurangan penggunaan BBM tapi yang penting proses pengurangan ini tidak boleh mengurangi layanan ke masyarakat,” tegas Agustina di Balai Kota Semarang, Kamis, 9 April 2026 sore.

BACA JUGA  Pegawai Rumah Sakit dan Layanan Perizinan di Semarang Tidak Ikut WFH

Pada intinya, Agustina mengatakan dengan adanya WFH ini bisa menghemat BBM namun pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Selain menunggu rumusan efektivitas WFH, Agustina mengatakan Jumat 10 April 2026 sudah terjadwal agenda penandatanganan pakta integritas bersama KPK, Kejaksaan Negeri dan Polrestabes yang akan melibatkan sekitar 400 orang termasuk ASN di dalamnya.

Pos terkait