“Ke depan Waras Ekonomi kami arahkan dari single platform menuju single ecosystem yang menghubungkan pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, kemitraan, dan perluasan pasar,” ujarnya.
Selain perdagangan dan jasa, pariwisata juga menjadi salah satu sektor yang ditawarkan kepada investor. Kota Semarang mencatat 8.971.530 kunjungan wisatawan sepanjang 2025.
Potensi pariwisata kota meliputi kawasan heritage, kuliner, penyelenggaraan berbagai acara, serta industri film yang turut memperkenalkan Kota Semarang kepada khalayak lebih luas.
Untuk membantu investor menjajaki peluang tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang menyiapkan layanan informasi aset, peninjauan lokasi secara virtual, fasilitasi koordinasi dengan perangkat daerah dan BUMD, serta pendampingan perizinan melalui platform yang tersedia.
Agustina mengajak dunia usaha untuk meninjau peluang yang ditawarkan dan mendiskusikan kemungkinan kerja sama sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing.
“Lihatlah Kota Semarang bukan hanya sebagai pasar potensial, namun juga sebagai mitra untuk membangun bisnis dan membuka jejaring baru,” pungkasnya.

















