Ia mengatakan melalui produk BJB siap (DPLK), menyediakan program dana pensiun dengan berbagai pilihan portofolio investasi.
“Jadi kami selain memberikan layanan pengelolaan dana, bjb siap juga menyelenggarakan edukasi literasi keuangan berupa workshop, webinar, dan materi digital untuk mendukung pemahaman peserta dalam mengambil keputusan yang tepat,” kata Indra di Semarang Rabu 10 Desember 2025.
Program DPLK bank bjb dapat diikuti oleh peserta dengan setoran mulai dari nominal yang fleksibel. Penyesuaian iuran dapat dilakukan sesuai kemampuan dan perkembangan kondisi finansial peserta.
Indra memberikan contoh Perencanaan Berdasarkan Simulasi, namun ilustrasi ini hanya bersifat simulasi dan bukan merupakan jaminan investasi.
- Peserta berusia 30 tahun menyetor Rp500.000 per bulan selama 25 tahun. Dengan asumsi imbal hasil rata-rata 8 persen per tahun, estimasi akumulasi dana pada usia 55 dapat mencapai sekitar Rp460 juta.
- Jika mulai pada usia 40 tahun dengan setoran dan asumsi sama, estimasi dana sekitar Rp180 juta.
“Simulasi ini menggambarkan bagaimana faktor waktu memengaruhi akumulasi dana melalui mekanisme bunga berbunga sehingga hasil aktual dapat berbeda tergantung kondisi pasar, profil investasi, dan ketentuan yang berlaku,” papar dia.
Ketua Pengawas DPLK Bank BJB Nur Hasan Kurniawan mengatakan, pengelolaan risiko dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, termasuk diversifikasi portofolio, mitigasi inflasi, dan pemantauan berkala oleh Komite Investasi internal. Seluruh kegiatan operasional mengikuti ketentuan regulasi OJK termasuk POJK Perlindungan Konsumen.
“Peserta tetap diimbau untuk memahami manfaat, biaya, dan risiko sebelum memutuskan bergabung. Jadi keputusan mengikuti program DPLK sepenuhnya berada pada kewenangan peserta dan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan keuangan masing-masing,” jelas Hasan.


















