Udara dan Air Hujan Semarang Tercemar Mikroplastik, DLH Akui Belum Lakukan Penelitian

Sekretaris DLH Kota Semarang Safrinal. (matasemarang.com/Lia dina)
Sekretaris DLH Kota Semarang Safrinal. (matasemarang.com/Lia dina)

MATASEMARANG.COM – Adanya temuan pencemaran mikroplastik pada udara dan air hujan di Kota Semarang menjadi perhatian serius Pemerintah Semarang.

Kali ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang membeberkan sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Ling Safrinal Sofaniadi mengakui jika hingga saat ini pihaknya belum melakukan penelitian terkait adanya temuan tersebut. Namun, DLH tidak akan tinggal diam dan tetap mencermati hasil kajian yang sudah terpublikasi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Masuk Musim Kemarau, Kualitas Udara di Semarang Masih dalam Kategori Sehat

“Memang langsung menjadi perhatian kami (temuan). Itu pemicunya karena polusi udara, ditambah kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membakar sampah sembarangan,” kata Safrinal, Kamis 11 Desember 2025.

Ia mengatakan pembakaran sampah yang mengandung plastik akan membuat partikel-partikelnya naik ke udara. Maka, ketika turun hujan, partikel yang masih melayang di udara dan belum benar-benar mengeras akan terbawa oleh air hujan.

Oleh sebab itu, ketika peneliti mengambil sampel untuk diteliti, maka kandungan mikroplastik hampir pasti terdeteksi.

BACA JUGA  DLH Kota Semarang Dorong Pengelolaan Sampah B3 Rumah Tangga, Kecamatan Mijen Jadi Percontohan

Pihaknya berencana akan memperketat pengawasan terhadap praktik pembakaran sampah untuk mencegah pencemaran semakin meluas.

Apalagi, program Pemerintah Kota Semarang saat ini juga menekankan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

“Mari kita kelola sampah dengan baik. Bahkan sebentar lagi ada program ASN wegah nyampah. Kami mendorong para ASN menjadi motor penggerak di lingkungannya, sehingga mereka tidak boleh membuang sampah sembarangan dan tidak boleh membakar sampah,” ujarnya.

Pos terkait