MATASEMARANG.COM – Penyebab tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, terkuak. Pergerakan tanah di desa ini memaksa sekitar 2.000 penduduk setempat mengungsi ke tempat aman.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut bahwa bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, terjadi karena fenomena creeping atau rayapan tanah.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Agus Sugiharto, di Semarang, Senin menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut didapatkan dari hasil investigasi dan kajian di lapangan.
“Jadi kalau yang Tegal itu kalau dari sisi geologi hasil investigasi dan kajian teman-teman itu memang creeping, ya. Jadi, lapisan tanah tanahnya itu jenisnya clay atau lempung, kemudian kena air merayap. Pelan-pelan geraknya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa creeping merupakan salah satu dari jenis pergerakan tanah yang biasanya terjadi di wilayah yang luas dan memiliki kemiringan.
Menurut dia, fenomena serupa juga terjadi di Watukumpul, Kabupaten Pemalang, dan Simo di Kabupaten Boyolali, serta beberapa daerah lainnya di Jateng.
Fenomena ini, kata dia, berbeda dengan likuifaksi, sebab likuifaksi terjadi karena pergerakan struktur tanah dan kadar air, tetapi tidak memerlukan kemiringan.
“Jadi, di (lahan) datar likuifaksi bisa terjadi. Tapi, kalau creeping itu pasti (di lahan) yang memiliki kemiringan,” katanya.
Namun, kata dia, pemerintah sudah memberikan solusi bagi masyarakat yang tempat tinggalnya tidak mungkin dihuni lagi, dengan mencarikan lokasi baru untuk dihuni.





















