MATASEMARANG.COM – Perawat seharusnya turut membantu tenaga medis lain serta ikut menciptakan suasana tenang ketika dokter sedang melakukan operasi bedah kepada pasien.
Di ruang bedah, dokter butuh konsentrasi tinggi agar tindakan yang dilakukan kepada pasien presisi. Alih-alih memberi suasana tenang, perawat tersebut malah berjoget ketika dokter melakukan tindakan di ruang bedah.
Itulah yang membuat manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, menonaktifkan perawat bermasalah itu.
Kepala Humas RSUD Datu Beru Himawan yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat (3/4), mengatakan perawat tersebut merupakan staf di bagian bedah.
“Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan serta ditarik dari layanan bedah. Kami menyayangkan terjadinya aksi perawat tersebut saat dokter sedang melakukan operasi pasien,” katanya.
Selain dinonaktifkan, perawat tersebut juga sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Tengah. Perawat yang bersangkutan merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Yang bersangkutan tidak lagi aktif di rumah sakit. Rumah sakit juga sudah mengembalikan yang bersangkutan kepada BKPSDM untuk pengawasan dan pembinaan,” katanya.
Hasil investigasi internal, perawat tersebut sudah berulang kali diingatkan tidak merekam dan menyebarkan video di ruang bedah. Apalagi aturan rumah sakit melarang membawa telepon ke ruang bedah.
Akan tetapi, yang bersangkutan tidak menggubris dan video perawat berjoget saat dokter sedang menangani operasi menjadi viral di media sosial.




















