MATASEMARANG.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, masih berlangsung aktif hingga awal pekan ini. Bencana tanah gerak ini menyebabkan jumlah pengungsi terus bertambah, bahkan kini lebih dari 2.000 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan sampai dengan Minggu (8/2) jumlah warga yang mengungsi akibat fenomena pergerakan tanah tersebut tercatat sudah mencapai 2.453 jiwa.
BNPB mengonfirmasi jumlah pengungsi itu terdiri atas 945 laki-laki dan 982 perempuan, termasuk kelompok rentan seperti 220 lansia, tiga ibu hamil, tiga ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, dan 65 batita.
Para pengungsi saat ini menempati delapan titik pengungsian, yakni Majelis Az Zikir wa Rotibain, Majelis dan Dukuh Pengasinan, SD Negeri 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, serta Desa Mokaha di Kecamatan Jatinegara.
Tim petugas dari BNPB bersama pemerintah daerah setempat masih bersiaga di lokasi terdampak untuk melakukan pendampingan penanganan darurat sekaligus menyalurkan bantuan logistik dan permakanan bagi para pengungsi.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Abdul menyebutkan bahwa penanganan difokuskan secara paralel pada pendataan warga terdampak serta pencarian lokasi pembangunan hunian sementara bagi warga yang terdampak langsung pergerakan tanah.


















