Pertamina Patra Niaga RJBT: UKW Program Sakral Tingkatkan Profesionalisme Wartawan

PWI Jateng
Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana (kiri) dan Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility Regional JBT di Gedung Pers Kota Semarang, Selasa. Dok. PWI Jateng

”Kami mendukung UKW sebagai program sakral untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada wartawan, khususnya memahami informasi Pertamina secara jernih dan dalam. Beberapa waktu lalu di Pekalongan ada berita tabung gas meledak, tapi kenyataannya tabungnya masih utuh. Lalu istilah kelangkaan stok juga perlu dipahami. Dengan dukungan PWI bersama anggotanya, supaya bersama-sama mengedukasi masyarakat dan turut menciptakan suasana yang kondusif,” kata Taufiq.

Menurut dia, Jateng menjadi denyut wisata di Tanah Air dan saat ini memasuki gawe besar yaitu Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Pertamina, ujar Taufiq, siap menyukseskan melalui sektor energi.

BACA JUGA  Jakarta Banjir, Gubernur DKI Mengaku Tak Bisa Tidur

Pertamina Siaga Nataru

Bacaan Lainnya

”Kami juga titip informasi bahwa Pertamina siaga menghadapi hajat besar Nataru. Semua siaga. Kalau biasanya persiapan periode siaga kami H-15 dan H+15, tapi tahun ini H sebulan dan H+15,” tambahnya.

*Disambut Baik*

Dukungan tersebut disambut positif Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana yang berharap sinergitas Pertamina RJBT – PWI Jateng semakin erat. Dia bahkan menyampaikan, pihaknya akan memberikan ruang kepada Pertamina RJBT untuk memberikan informasi terkini dalam forum UKW, seperti pada materi Wawancara Terjadwal dan Wawancara Cegat (doorstop).

BACA JUGA  Trump Pasang Tarif 15 Persen ke Jepang, Indonesia 19 Persen

”Bahkan dalam program Orientasi Kewartawanan, kami pun bisa menghadirkan nara sumber dari Pertamina,” terangnya.

Di bagian lain, Direktur Badan Khusus UKW PWI Jateng, Widiyartono R berharap kolaborasi antara PWI Jateng dan Pertamina Patra Niaga RJBT dapat segera terwujud agar pelaksanaan UKW di Jawa Tengah kembali berjalan.
Widiyartono mengungkapkan, selama kurang lebih satu tahun terakhir, pelaksanaan UKW di PWI Jateng sempat terhenti akibat dualisme kepemimpinan di PWI Pusat. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, UKW rutin digelar sebanyak tiga hingga empat kali dalam setahun.

Pos terkait