MATASEMARANG.COM – Sebanyak 10 ribu ijazah siswa sekolah swasta di Kota Semarang tertahan kareng siswa belum menyelesaikan administrasi.
Adapun total nilai tunggakan dalam kasus ijazah tertahan tersebut mencapai Rp 7,6 miliar.
Dilihat dari total tunggakan tersebut, tentunya memengaruhi operasional sekolah hingga pada gaji para guru yang mengajar.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Kota Semarang, Sutarto meminta ada kompensasi dari Pemkot, jika tunggakan ijazah siswa sekolah diberikan, misalnya ditanggung Pemkot Semarang.
“Ini berpengaruh terhadap gaji tenaga pendidik, dan fasilitas pendukung sekolah. Kalau dihitung jumlah total aset/piutang semua sekolah Muhammdiyah dari tahun 2017-2023 mencapai Rp 7,6 miliar,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Siti Roikah menyebutkan saat ini ijazah yang tertahan di sekolah swasta ada sebanyak 10.332.
Siti menjelaskan, sudah ada 37 sekolah dari total 447 sekolah sudah menyatakan komitmen dengan Wali Kota untuk memberikan ijazah yang tertahan.
“Ini akan menjadi beban pemerintah Kota Semarang untuk mengangsur ijazah yang tertahan tadi. Tanggungan biayanya akan di bebankan oleh Wali Kota, akan diangsur oleh Wali Kota secara bertahap,” jelasnya.
Siti menjelaskan, sementara untuk sekolah yang belum berkomitmen memberikan ijazah yang tertahan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan akan melakulan pendekatan ke sekolah.
“Di sini pihak sekolah juga diminta untuk aktif berkoordinasi terkait program pembebasan ijazah tertahan ini,” tambah dia.


















