MATASEMARANG.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menjelaskan alasan ketidakhadiran tiga tokoh penting dalam peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU).
Ketiga tokoh yang absen dalam acara itu adalah Presiden Prabowo Subianto, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Syaifulah Yusuf.
Gus Yahya, sapaan Yahya Cholil Staquf, mengatakan sehari sebelum acara peringatan PBNU telah melakukan koordinasi teknis dengan berbagai pihak terkait untuk kehadiran Presiden, seperti Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan protokol Istana.
“Sejak kemarin sudah dilakukan koordinasi dengan berbagai perangkat yang terkait dengan kepresidenan, termasuk Paspampres dan protokol Istana, serta hal-hal teknis lain yang diperlukan,” ujar Gus Yahya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu.
Namun, kata Gus Yahya, pada saat terakhir Presiden Prabowo berhalangan hadir karena ada tugas lain yang bersifat kenegaraan.
“Pada saat terakhir beliau mungkin berhalangan, karena ada tugas lain. Kami juga mendengar ada beberapa agenda negara terkait tamu-tamu negara yang hadir hari ini,” katanya.
Meski demikian Gus Yahya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang mewakili unsur pimpinan lembaga negara.
Rais Aam dan Sekjen Juga Absen
Terkait ketidakhadiran Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Gus Yahya menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan sejak malam sebelumnya. Kiai Miftah batal hadir karena alasan kesehatan.





















