Produktivitas Panen Padi Jateng Ditarget 10 Ton per Hektare

ilustrasi panen padi (pixabay/ignartonosbg)
ilustrasi panen padi (pixabay/ignartonosbg)

MATASEMARANG.COM – Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyatakan ke depan produktivitas padi di Jawa Tengah ditargetkan bisa menembus lebih dari 10 ton per hektare, melampaui rata-rata panen saat ini yang berkisar 5 hingga 9 ton.

Target tersebut muncul setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan koreksi atas kinerja ketahanan pangan Pemprov Jateng.

Salah satu catatan utama adalah perlunya sinkronisasi data pangan dan evaluasi alih fungsi lahan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Harga Emas Terus Menurun Selama 5 Hari Terakhir Ini

“Kami ingin dorong produktivitas lebih tinggi. Kalau dulu satu hektare menghasilkan 5 hingga 9 ton, ke depan harus bisa lebih dari 10 ton,” kata Taj Yasin usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja Ketahanan Pangan, Selasa 20 Januari 2026.

Untuk mencapai target itu, Pemprov Jateng mulai menghidupkan kembali sawah tadah hujan yang selama ini tidak produktif karena keterbatasan irigasi.

Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dilakukan agar aliran irigasi bisa difungsikan kembali.

BACA JUGA  Demak dan Grobogan Terendam Banjir, Ahmad Luthfi: Perbaikan Aliran Sungai Tuntang Mendesak

Selain itu, lahan pertanian di Pekalongan yang sempat hilang akibat rob kini digarap kembali.

Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan produktivitas lahan yang ada melalui teknologi pertanian dan pengelolaan air yang lebih baik.

Kepala BPK RI Perwakilan Jateng Ahmad Luthfi H Rahmatullah mengingatkan pentingnya akurasi data pangan.

“Ketepatan data sangat berpengaruh terhadap kebijakan. Misalnya, pembangunan jalan tol dari Brebes hingga Semarang belum seluruhnya tercatat dalam data peruntukan lahan,” ujarnya.

BPK memberi waktu 60 hari bagi Pemprov Jateng untuk menindaklanjuti rekomendasi. Setelah itu, evaluasi lanjutan akan dilakukan.

Pos terkait