MATASEMARANG.COM – Laga PSIS Semarang vs PSS Sleman menjadi pertandingan yang membuka kembali memori tentang sepak bola gajah.
Sudah lebih dari satu dekade, tepatnya pada 26 Oktober 2014 lalu di Divisi Utama, PSS Sleman dan PSIS Semarang melakukan pertandingan yang memalukan.
Dalam pertandingan tersebut, PSIS Semarang dan PSS Sleman justru berlomba-lomba memasukkan bola ke gawang sendiri.
Tak tanggung-tanggung, lima gol yang tercipta dalam pertandingan tersebut adalah gol hasil bunuh diri dari kedua tim.
Skor imbang kacamata awalnya bertahan hingga babak kedua hanya menyisakan 15 menit terakhir.
Namun pada menit 78 dan 88 pemain PSS Sleman menyarangkan bolanya ke gawang sendiri.
Tak terima menang, PSIS Semarang malah memasukkan bolanya ke gawang sendiri tiga kali, masing-masing di menit 88, 90+1 dan 90+3.
Dalam pertandingan tersebut, kedua tim menginginkan hasil kalah karena menghindari Borneo FC di semifinal.
Tidak hanya menghebohkan sepak bola Indonesia, berita sepak bola gajah antara PSIS Semarang dan PSS Sleman juga menjadi bahan berita di beberapa media asing saat itu.
Hari ini, 9 Mei 2025 PSIS Semarang dan PSS Sleman kembali berjumpa dalam situasi yang berbeda.
Keduanya kini masih terjebak di zona degradasi Liga 1 dan terancam turun kasta di musim depan.
Berbeda dengan insiden sepak bola gajah yang mana keduanya ingin kalah, kali ini kedua tim harus berjuang untuk menang demi terhindar dari degradasi.
Bahkan caretaker PSIS Semarang, Muhammad Ridwan mengatakan, tiga laga terakhir menjadi laga final baginya.


















