Pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Baznas, dunia usaha, masyarakat, hingga pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Kegiatan pembukaan TMMD juga diisi penyerahan paket sembako kepada baduta berisiko stunting, pembagian bibit tanaman, serta peninjauan stan bazar warga oleh Agustina.
Selama program berlangsung, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dan keluarga berencana, layanan identitas kependudukan digital, donor darah, serta pelatihan hidroponik, pengelolaan sampah organik, dan pemasaran digital.
Kegiatan ekonomi warga turut didukung melalui bazar UMKM/IKM, pasar murah PAK RAHMAN, promosi pangan lokal Pisang Legi, dan Klinik Pangan.
Di tengah persiapan menghadapi musim hujan, pemeliharaan sungai dan saluran juga menjadi perhatian di wilayah sekitar. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Pemerintah Kota Semarang melakukan pengerukan Sungai Anak Babon sepanjang 700 meter di kawasan Bangetayu Wetan–Penggaron Lor.
Agustina mengajak warga menjaga lingkungan dan merawat fasilitas yang dibangun bersama. Upaya tersebut diperlukan agar infrastruktur tetap berfungsi dan lingkungan lebih siap menghadapi musim hujan.
“Jangan menunggu banjir terjadi untuk mulai bergerak. Kami mengimbau warga tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air serta rutin membersihkan drainase di sekitar rumah,” terangnya.
Melalui TMMD, pembangunan fisik di Penggaron Kidul diharapkan dapat mendukung aktivitas sehari-hari warga. Keterlibatan masyarakat dalam pengerjaan dan perawatan juga menjadi bagian penting agar jalan, rumah, dan fasilitas air yang dibangun dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

















