Saatnya Kopi Muria Naik Kelas

Kopi muria
Produk kopi khas lereng Pegunungan Muria Kudus, Jawa Tengah, yang sudah dikemas dan siap dijual. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Bukan semata itu, sejak tahun 2012, Peka Muria turun tangan dengan mulai mengampanyekan kopi Muria itu enak pada orang-orang di luar Japan dan Muria. Hasilnya lumayan, kopi Muria semakin dikenal masyarakat luar Muria.

Namun masalahnya, kopi di Japan setelah panen hanya sekitar 20 persen. Warga setempat menyebutnya, “Di Japan kopi ada sebelum panen”.

Ini lantaran setelah panen kebanyakan biji kopi langsung diborong pembeli dari luar Japan dan bahkan Kudus seperti Temanggung lalu lebih dikenal sebagai kopi Temanggung ketimbang Japan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Relasi Hangat dan Stabil Jadi Kunci Kebahagiaan

Kepala Desa Japan, Sigit Tri Harso mengakui tengkulak bekerja sama dengan warga lokal untuk mencari petani yang mau menjual kopi sebelum kering usai panen. Lalu kopi itu dibawa ke luar Kudus.

Karena itu, harapan agar Kopi Muria bisa masuk kancah ekspor rasanya masih mimpi bila praktik ini masih langgeng. Pemerintah Pusat diminta turun tangan misalnya dengan melibatkan badan usaha milik desa (bumdes) dan Koperasi Merah Putih.

Didorong naik kelas

BACA JUGA  Dana RT Rp25 Juta Bukan Sekadar Pemenuhan Janji Politik

Di lain sisi, belum semua pecinta kopi mengenal Kopi Muria. Promosi kopi dinilai masih kurang, terutama yang melibatkan media sosial. Tak sampai di sana, kebanyakan petani pun belum mempraktikan cara agar nilai jual kopi mereka lebih tinggi.

Berangkat dari masalah tersebut, Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui inisiatif gerakan digital One Action One Tree (OAOT) mendorong pemberdayaan ekonomi lokal yang terintegrasi dengan pendekatan pelestarian lingkungan.

Bekerja sama dengan petani Kopi Muria, BLDF menyediakan bibit-bibit pohon. Bibit-bibit itu dirawat hingga memberikan nilai ekonomi, sehingga diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem lereng Muria, tetapi juga membuka peluang penghidupan keberlanjutan bagi petani setempat.

Pos terkait