Menurut dia, tanggung jawab tersebut merupakan bagian dari komitmen sebagai direktur utama yang harus berdiri di depan dalam setiap keputusan strategis.
Ia juga membuka ruang dialog dengan pemasok apabila muncul potensi denda atau kerugian agar dapat dicari solusi terbaik secara bisnis.
Joao menekankan dunia usaha bertujuan mencari keuntungan bersama, bukan memperpanjang konflik, sehingga penyelesaian harus ditempuh melalui komunikasi konstruktif.
Dalam kesempatan itu, ia kembali menegaskan seluruh kebijakan strategis Agrinas akan selalu diselaraskan dengan kepentingan rakyat dan arahan pemerintah.
Mengenai hal itu pula, Joao menyatakan akan bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk menyerahkan dokumen dan kontrak yang dimilikinya serta menjelaskan secara menyeluruh mengenai impor kendaraan tersebut.
“Dokumen yang sudah saya punya ini ditambah dengan kontrak saya akan kepada Pak Dasco untuk menyampaikan kepada beliau juga karena mungkin selama ini beliau hanya mendengarkan dari satu sisi. Jadi sekarang saya pun akan mencoba mencari waktu beliau,” imbuh joao.
Sebelumnya, kabar mengenai langkah impor oleh Agrinas diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), dalam laman perusahaan mereka pada 4 Februari 2026. M&M mengumumkan akan menyuplai 35.000 unit pikap Scorpio.
Pada 20 Februari 2026, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota kepada media di tanah air mengonfirmasi impor 105.000 mobil dari perusahaan India tersebut.


















