Sejumlah Diler Mobil Jepang Tutup, Termasuk di Semarang, Menteri: Mereka Harus Adaptif

Diler BYD
Diler BYD. Dok. bydsemarang.id

MATASEMARANG.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan produsen otomotif Jepang harus mampu menyesuaikan diri dengan keinginan pasar menyusul penutupan sejumlah diler mobil di Indonesia yang mulai tergantikan oleh brand asal China.

Menperin ditemui di Jakarta, Kamis mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi produsen otomotif Jepang untuk mampu beradaptasi dengan perubahan preferensi konsumen.

“Saya kira itu juga challenge untuk  brand  Jepang ya karena semuanya ini kan berkaitan dengan market. Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Siapa Bilang Bisnis Bioskop Sulit Raup Cuan Gede?

Selain itu, Agus menekankan bahwa produsen Jepang perlu lebih jeli membaca arah kebijakan pemerintah yang kini bergerak cepat menuju kendaraan berbasis listrik atau electric vehicle (EV). Menurutnya, pergeseran ini akan semakin kuat seiring dorongan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Ia menyebutkan dinamika global termasuk konflik di kawasan Timur Tengah memberikan pelajaran penting terkait ketahanan energi nasional.

Oleh karena itu, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil dalam proses produksi, termasuk di sektor otomotif.

BACA JUGA  Kejari Kota Semarang Panggil Penunggak PBB

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan arahan jelas untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di dalam negeri, tidak hanya untuk mobil penumpang, tetapi juga mencakup sepeda motor, truk, hingga bus.

Ia menegaskan transformasi menuju kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat ketahanan energi.

Pos terkait