Sekolah Jurnalistik PWI Jateng – FH Unissula, Upaya Bekali Mahasiswa Etika Berpikir dan Menulis

Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS (matasemarang/ Achmad Zaenal M)
Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS (matasemarang/ Achmad Zaenal M)

Menurut dia, transformasi teknologi informasi saat ini sangat berpengaruh pada kinerja berjurnalistik , bermedia, dan menuntut mahasiswa beradaptasi dengan TI, khususnya Artificial Intelligence (AI). Yang ditekankan dalam sekolah ini adalah bagaimana mengedepankan etika dalam bermedia.

Perkembangan AI atau kecerdasan buatan, lanjut Amir akan mengubah mindset penyampaian informasi.

Maka di dalam ruang akademik, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menyikapi AI sebagai kebutuhan, dengan cara-cara yang berbingkai etika.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Mahasiswa Pascasarjana Unsoed Rancang Permainan Ular Tangga Ramah Teman Tuli

”Jangan sampai AI menjerumuskan sesat pikir dalam mengakses, mengolah, dan menyampaikan informasi. Di sinilah pengajar sekolah jurnalistik akan mengajarkan  tentang bagaimana semestinya menulis yang sesuai kaidah-kaidah jurnalistik dan standar yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga nanti, ketika TI memberikan kemudahan, kita tak sekadar serap sebagai realitas tapi diolah dengan kematangan berpikir dan kematangan bertujuan,” kata penulis buku-buku jurnalistik ini.

Amir berharap kerja sama PWI dan FH Unissula terus berlanjut dalam bingkai etika kepenulisan, seni  penulisan, dan standar jurnalistik guna memberikan bekal bagi mahasiswa yang kemungkinan terjun dalam dunia media.

BACA JUGA  Urusan Pendidikan Diusulkan Ditarik ke Pemerintah Pusat

Saling Dukung

Sementara itu, Dekan FH Unissula Jawade Hafidz mengungkapkan, sekolah jurnalistik yang memasuki Angkatan XXIII menunjukkan bukti bahwa kerja sama yang dibangun PWI dan FH Unissula berjalan dalam suasana akrab dan saling dukung.

”Maka kami berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada PWI atas kemitraan ini. Ke depan sekolah ini bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta. Kita bisa merancang kegiatan yang bersifat insidental, selain yang terjadwal,” kata Jawade.

Pos terkait