Sementara untuk data anak tidak mampu, Ahsan mengaku sudah memadankan data pada sistem di Dinas Sosial.
“Data siswa tidak mampu sudah dipadankan dengan Dinas Sosial. Jadi otomatis yang tidak mampu akan ada tiga pilihan sekolah,” pungkasnya.
Penyerahan Dana Hibah
Semetara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyerahkan secara simbolis dana hibah kepada tujuh sekolah gratis yang baru bergabung. “Dulu kan 126 skeolah swasta gratis dan ini ada tambahan lagi sehingga ada 133 sekolah swasta gratis,” kata Agustina.
Diakui Agustina jika semua sekolah swasta di Semarang mendapat hibah dari Pemkot menjadi sekolah gratis, kekuatan fiskal Kota Semarang tidak mampu menanganinya.
Guna memberikan beasiswa sekolah bagi siswa tidak mampu, saat ini ia masih mengandalkan bantuan dana corporate social responsibility (CSR).
“Kalau gratis semua APBD tidak kuat, kalau yang sekarang sekolah diberikan hibah agar mereka tidak memungut kepada orang tua siswa. Kita maksimalkan meminta bantuan CSR untuk siswa tidak mampu,” tandasnya. ***


















