Gus Muid juga mengajak warga NU untuk senantiasa menjaga ukhuwah nahdliyah serta menjunjung tinggi etika dalam bermedia sosial.
“Forum juga mengimbau warga NU agar memperbanyak takarub pada Allah SWT seraya memohon agar persoalan yang terjadi di PBNU segera memperoleh jalan keluar,” katanya.
Gus Muid mengatakan dalam forum ini para kiai sepuh juga akan menindaklanjuti hasil pertemuan sehingga islah bisa segera terealisasi.
“Yang paling penting, kiai sepuh mendorong utamanya islah. Dalam forum juga sepakat bahwa pertemuan ini adalah awal yang nanti akan ditindaklanjuti pertemuan selanjutnya. Dalam waktu dekat kami akan mulai menjalankan untuk bisa terwujudnya islah,” kata Gus Muid.
Forum ini juga dihadiri para kiai dari berbagai pesantren dan wilayah yang hadir secara langsung maupun daring yakni K.H. Anwar Manshur (PP Lirboyo Kediri), K.H. Nurul Huda Djazuli (PP Al Falah Ploso Kediri), K.H. Ma’ruf Amin (via Zoom), dan K.H. Said Aqil Siroj (via Zoom).
Ada juga K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus (PP Lirboyo Kediri), K.H. Abdul Hannan Ma’shum (Kwagean, Kediri), K.H. Kholil As’ad (Situbondo), K.H. Ubaidillah Shodaqoh (Semarang), K.H. dr. Umar Wahid (via Zoom) serta K.H. Abdulloh Ubab Maimoen (via Zoom). (Antara)


















