Setahun Memimpin, Agustina-Iswar Buka Lebar Akses Pendidikan di Kota Semarang

wali kota semarang agustina wilujeng. (maatsemarang.com/Lia dina)
wali kota semarang agustina wilujeng. (maatsemarang.com/Lia dina)

Foto-foto sebelum dan sesudah perbaikan menunjukkan perubahan signifikan. Ruang kelas yang dulu gelap dan kumuh kini terang, bersih, dan nyaman untuk belajar.

“Belajar tidak bisa maksimal kalau ruang kelasnya bocor, bangkunya rusak, dan catnya kusam. Kami benahi satu per satu agar anak-anak betah di sekolah,” jelas Agustina.

Upaya ini sejalan dengan peningkatan Rapor Pendidikan Kota Semarang dari 83,66 menjadi 84,12, serta penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dalam kategori perbaikan akses layanan pendidikan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Warga Getasan Temukan Benda Mirip Granat di Kebun Cabai

Literasi dan Numerasi Meningkat: Gerakan Bunda Literasi hingga Antologi Cerpen

Pemerintah kota tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran. Program Bunda Literasi, pelatihan menulis cerpen bagi siswa SD dan SMP, serta penerbitan antologi cerpen yang melibatkan lebih dari 1.800 peserta menjadi bukti keseriusan ini.

Berbagai upaya peningkatan literasi membuahkan hasil. Tahun 2025 menunjukkan indeks literasi Kota Semarang di angka 82,16 persen dan indeks numerasi di angka 77,74 persen.

BACA JUGA  SMK Muhammadiyah Pekalongan Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

Kompetisi Olah raga, Seni, dan Inovasi: Wadah Kreativitas Anak Muda

Semarang Cerdas tidak hanya soal pelajaran di kelas, tapi juga pengembangan bakat dan minat. Pemerintah kota menyelenggarakan berbagai kompetisi untuk anak muda.

Sepanjang 2025, telah terselenggara:

· 23 kompetisi olahraga, seni, dan inovasi
· 70 acara seni dan budaya

Beberapa event besar yang berhasil digelar antara lain:

· POPDA 2025 (Pekan Olahraga Pelajar Daerah)
· Tugu Muda Race
· Lomba Main Board Game Piala Wali Kota

Pos terkait