Event-event ini menjadi ajang bagi generasi muda Semarang untuk menunjukkan bakat, berkompetisi secara sehat, dan mengasah kreativitas.
Target tahun 2026, pemerintah akan menyelenggarakan 15 kompetisi, antara lain:
· POPDA
· Promosi kompetisi tenis, basket, voli
· PORWAKOS
· Tugu Muda Race
· Semarang 10 K (yang tahun 2025 menyedot 3.000 peserta dengan 50 persen dari luar kota)
· Modifikasi otomotif (target 150 peserta)
· Event MMA
· Penyusunan Profil Pemuda
· Lomba Main Board Game
· Krenova (Kreativitas dan Inovasi Masyarakat) dengan target 107 peserta
· Lomba RISE Award (Research and Innovation for Semarang Excellence)
· Lomba SiNARAN (Sains Anak Semarang) dengan target 578 peserta
· Fun Games: Aku Cinta Tanah Airku, Lestari Indonesia
· Debat Mahasiswa
· Lomba Foto
· Family Storytelling Competition (Video)
· Pemilihan Duta Baca Umum dan Pelajar
· Lomba Pembuatan Video Sejarah Semarang
Di bidang seni budaya, pemerintah akan menyelenggarakan kompetisi dan fasilitasi penumbuhan ekosistem seni budaya, antara lain:
· Lomba Karawitan
· Lomba Macapat
· Lomba Tembang Dolanan
· Lomba Kolintang
· Lomba Teater
Di bidang pemuda, Pemkot juga memperkuat sistem pendukung (supporting system) bagi talenta muda, mulai dari olahraga, seni, budaya, hingga fasilitasi kompetisi internasional.
“Anak-anak Semarang itu kreatif dan berbakat. Tugas kami adalah menyediakan wadah agar mereka bisa berkembang dan bersinar. Jangan sampai bakat mereka terpendam karena tidak ada ajang,” kata Agustina.
Sinergi dengan Pilar Pembangunan Lainnya


















