Siaga El Nino: Pemkot Siap Distribusikan 1 Juta Liter Air Bersih

Perubahan suhu yang drastis hingga hujan tiba-tiba disertai angin kencang disebut menjadi fenomena yang perlu diwaspadai. 

“Kalau kita bandingkan dengan 2025, 2026 ini relatif fenomenal sekali. Ini cuaca panas, tiba-tiba nanti menjelang siang atau sore hujan deras disertai dengan angin kencang,” kata Endro. 

Berdasarkan notifikasi dari BMKG, disebutkan bahwa awal musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Mei, meskipun hingga April masih berpotensi terjadi hujan dan angin kencang. 

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Lurah Diminta Bantu RT Cairkan Dana Operasional Rp25 Juta

Sebagai langkah konkret, BPBD Kota Semarang telah menyiapkan cadangan air bersih sebanyak 1 juta liter yang akan didistribusikan sesuai permintaan warga di wilayah terdampak. 

“Kapan pun permintaan warga, di mana pun nanti akan kita kirim sesuai permintaan warga,” jelasnya.

Fenomena meningkatnya suhu panas dijelaskan terjadi karena posisi matahari yang mendekati garis khatulistiwa serta berkurangnya tutupan awan, sehingga paparan panas menjadi lebih intens di wilayah Semarang. 

Berdasarkan pemetaan kawasan rawan bencana (KRB), wilayah Rowosarj disebut masih menjadi prioritas utama dalam penanganan kekeringan. Kondisi geografis yang sulit dijangkau jaringan air bersih menjadi kendala utama.

BACA JUGA  Kota Semarang Jadi Tuan Rumah JCI Indonesia National Convention

Disebutkan bahwa upaya pengeboran sumur dalam di wilayah tersebut tidak menghasilkan air bersih, melainkan gas, sehingga distribusi air tangki menjadi solusi utama.

“Rowosari masih menjadi prioritas pertama. Kendalanya di sana PDAM belum bisa masuk,” terangnya.

Selain Rowosari, beberapa wilayah lain seperti Wonosari (Ngaliyan) dan sebagian daerah di Gunungpati juga masuk dalam kategori rawan, meskipun sebagian telah mulai terjangkau jaringan pipanisasi PDAM. 

Pos terkait