MATASEMARANG.COM – Kota Semarang diprediksi akan mengalami awal musim kemarau mulai pertengahan April 2026. Sedangkan puncak gelombang panas El Nino diperkirakan akan melanda pada Juli – Agustus 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa mengatakan saat ini Kota Semarang berada dalam masa pancaroba. Kondisi ini diwarnai dengan cuaca panas terik pada siang hari dan berpotensi memicu hujan pada sore hingga malam hari.
“Pada siang hari, pemanasan permukaan bumi cukup kuat sehingga udara menjadi panas dan uap air naik. Kondisi ini membentuk awan tebal jenis cumulonimbus yang berpotensi menurunkan hujan,” kata Ferry, Kamis, 9 April 2026.
Ia mengatakan hujan yang masih sering terjadi belakangan ini dipengaruhi faktor konvektif lokal. Pergerakan angin dari arah timur hingga tenggara membawa awan dari wilayah pegunungan dan dataran tinggi ke arah Semarang.
“Oleh karena itu hujan di Semarang saat ini masih sering terjadi pada sore hingga malam hari,” jelasnya.
Awal musim kemarau di Kota Semarang, lanjutnya, akan terbagi dalam dua zona, yakni wilayah pantura yang diprediksi mulai pertengahan April. Sedangkan untuk Semarang bagian selatan diprediksi pada awal Mei.
Memasuki pertengahan tahun, jelasnya, pengaruh El Nino diperkirakan makin terasa. Pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik berdampak langsung pada penurunan curah hujan di Indonesia.
“El Nino tahun ini berkategori lemah hingga moderat dengan puncak pada Juli hingga Agustus dan berangsur berakhir sekitar September hingga Oktober,” jelasnya.





















