Aktivitas tersebut juga melibatkan sekitar 12,3 juta orang yang melakukan deposit judi online dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda yang rentan terpapar melalui berbagai platform digital.
Selain merugikan secara ekonomi, praktik taruhan daring juga memunculkan dampak sosial yang luas. Sejumlah kasus menunjukkan masyarakat terjerat utang, kehilangan tabungan keluarga, hingga terlibat tindak kriminal akibat kecanduan judi.
Ezki menilai sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak orang dalam satu momen yang sama. Ketika Piala Dunia mulai bergulir pada 11 Juni 2026, jutaan orang diperkirakan berkumpul dalam berbagai kegiatan nonton bareng di berbagai daerah.
“Piala Dunia itu hiburan rakyat, bukan panggung judi. Ketika pertandingan dimulai, orang berkumpul untuk bersorak dan berbagi kegembiraan. Jangan sampai perayaan yang seharusnya menyatukan ini justru berubah menjadi ruang taruhan,” kata Ezki. ***





















