SPMB Lanjutan Dibuka, SDN Karangtempel Semarang Optimistis Kuota Rombel Terpenuhi

Pendaftaran SPMB lanjutan 2025 di Kota Semarang
Pendaftaran SPMB lanjutan 2025 di Kota Semarang

Alasan pertama, karena sistem yang tidak memperbolehkan siswa dari luar kota Semarang mendaftar di sekolah negeri di Kota Semarang.

Selain itu, alasan semakin sedikitnya anak-anak usia sekolah di sekitar SDN Karangtempel juga menjadi faktor lainnya.

Pasalnya, untuk mendaftar ke sekolah negeri memang salah satunya melalui jalur domisili terdekat dari lokasi sekolah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Deklarasi Penyerahan Ijazah 37 Sekolah Swasta Semarang, Walikota Agustina: Tak Ada Lagi Yang Tertahan

“Di daerah ini memang jarang anak usia sekolah, kebanyakan luar kecamatan. Yang mendaftar ke SDN Karangtempel rata-rata bukan domisili sini. Ada juga yang dari luar kota. Banyak yang sekolah di sini tempat tinggalnya jauh,” paparnya.

Namun pada SPMB lanjutan ini, siswa ber-KK luar kota namun berdomisili di Kota Semarang bisa mendaftarkan diri di sekolah negeri dengan melampirkan surat keterangan domisili dari kelurahan setempat.

“Syarat khusus harus ada surat domisili surat dari dari RT, RW hingga kelurahan,” ujarnya.

BACA JUGA  Ada RT Belum Ajukan Pencairan Dana Rp25 Juta, Dewan: Pemkot Harus Dampingi

Salah seorang orang tua murid, Evi mengaku lega bisa mendaftarkan anaknya pada SPMB lanjutan ini.

Evi yang tinggal tak jauh dari SDN Karangtempel mengaku terlambat mendaftar saat SPMB pertama dibuka.

“Saya daftar awalnya offline ternyata tidak bisa masuk karena semua harus online. Saya terlambat daftarnya, tidak tahu ada pendaftaran online,” ungkap Evi.

Evi mengaku memilih SDN Karangtempel karena selain dekat dengan tempat tinggal, lingkungan sekolah yang sejuk dan asri dirasa nyaman untuk anaknya bersekolah.

BACA JUGA  Komisi C Minta Dishub Lakukan Perbaikan Pelayanan Trans Semarang Usai Tragedi Kecelakaan

“Karena melihat suasana enak, sejuk karena banyak pohon, anak butuh udara segar, dekat juga jadi misal jemput tidak ada motor bisa jalan kaki,” pungkasnya.

Pos terkait