SPPG Banjarnegara Diminta Gunakan Produk Lokal untuk Menu MBG

ilustrasi dapur SPPG MBG (foto: Pemprov Jateng)
ilustrasi dapur SPPG MBG (foto: Pemprov Jateng)

MATASEMARANG.COM – Kepala DKP Banjarnegara Firman Sapta Adi mengingatkan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memanfaatkan produk lokal seperti salak, kentang, telur, dan ikan air tawar.

Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas lokal.

“MBG bukan hanya masalah gizi, tapi juga tentang ekonomi. Jangan sampai potensi lokal hancur harganya karena tidak terserap oleh program di rumah sendiri,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  300 Peserta Siap Meriahkan Forda POTBI Jateng di Surakarta

Disebutkannya, Banjarnegara memiliki stok melimpah, mulai beras dan gabah 176.000 ton per tahun, kentang 139.000 ton per tahun, telur ayam 27 ton per hari, serta ikan air tawar.

Perputaran uang untuk bahan baku MBG diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar per hari.

Kepala Dinperindagkop UKM Banjarnegara Adi Cahyono PS menekankan perlunya pengaturan menu agar tidak terjadi lonjakan harga.

“Jika semua SPPG memasak telur di hari yang sama, stok bisa habis dan harga melonjak. Karena itu perlu manajemen waktu dan substitusi komoditas,” jelasnya.

BACA JUGA  Pendaki Meninggal di Gunung Slamet

Adi juga mendorong agar yayasan bekerja sama dengan koperasi atau Bumdes sebagai mitra resmi penyedia bahan baku, demi memastikan legalitas dan keberlanjutan ekonomi desa.

Koordinator Regional BGN Jawa Tengah Reza Mahendra menambahkan bahwa mulai tahun ini akan ada audit kepatuhan dari inspektorat.

Transparansi harga dan laporan keuangan menjadi krusial. Satgas MBG kini diperkuat hingga tingkat kecamatan, dengan pemantauan aktif di 71 titik SPPG dan target pengembangan hingga 90 lokasi.

Pos terkait