Kepala BPOM juga menekankan bahwa pengakuan global hanya bermakna apabila berdampak langsung bagi perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menjamin mutu, keamanan, dan ketersediaan vaksin.
“Perlu saya tegaskan bahwa WLA bukanlah titik akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ucap Taruna.
Sementara itu, Country Director Asian Development Bank (ADB), Bobur Alimov menyampaikan apresiasi atas pencapaian BPOM dalam menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas produk kesehatan. ADB menilai capaian WLA sebagai tonggak penting dalam kredibilitas regulatori Indonesia di tingkat global.
Melalui capaian tersebut, BPOM terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran sebagai otoritas regulatori yang kredibel, adaptif, dan berpengaruh di tingkat nasional, regional, dan global demi perlindungan kesehatan masyarakat. [Ant]




















