“Buat aku, ini drama komedi keluarga yang dekat dengan banyak orang. Gak semua cerita kita sama, tapi pasti ada momen ketika kita ingin memperbaiki hubungan yang renggang dan sering kali caranya aneh, lucu, atau malah bikin bingung,” tutur Rachel.
“Itu yang bikin cerita ini terasa nyata. Seperti rasa bagaimana misalnya kita kesal dengan seseorang tapi dihadapkan sama hidup kita yang juga penuh dengan komedi,” lanjutnya.
“Suka Duka Tawa” memperkenalkan Tawa (Rachel Amanda), komika perempuan yang sedang merintis karier berbekal olahan pengalaman pribadi termasuk ditinggal ayahnya sejak kecil sebagai materi lawakan.
Hidup Tawa berubah ketika Keset (Teuku Rifnu Wikana), ayah yang hilang selama 20 tahun, tiba-tiba muncul kembali.
Kembalinya Keset bukan hanya mengguncang hubungan Tawa dengan ibunya (Marissa Anita), tapi juga seluruh fondasi hidup yang selama ini ia anggap stabil.
Dari panggung stand up comedy hingga ruang keluarga, menyorot bagaimana Tawa dipaksa menghadapi pertanyaan paling sulit: bisakah ia memaafkan seseorang yang selama ini membuatnya terluka dan hanya jadi materi lawakan belaka.
Selain Rachel Amanda, film ini dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata, Nazira C. Noer, Abdel Achrian, dan Mang Saswi yang menghadirkan pertemuan dua dunia: generasi pelawak televisi dan stand up comedian.


















