Agustina menyebutkan bahwa gelaran MTQ Nasional diperkirakan akan diikuti sekitar 11.000 peserta dan pendamping dari seluruh Indonesia. Kehadiran ribuan tamu ini diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga transportasi.
Namun demikian, ia menekankan bahwa kesiapan Kota Semarang tidak hanya diukur dari sisi infrastruktur, melainkan juga dari kenyamanan dan pengalaman para tamu selama berada di kota ini.
“Kami ingin para tamu merasa nyaman dan memiliki kesan baik, sehingga di lain waktu mereka ingin kembali ke Kota Semarang. Untuk itu, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan seperti NU dan pengelola Masjid Agung Jawa Tengah, menjadi sangat penting,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh masyarakat, khususnya para ulama.
“Masih dalam suasana Lebaran, kami dari jajaran Pemerintah Kota Semarang mengucapkan selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kita semua dalam melanjutkan pengabdian dengan kinerja yang lebih baik,” pungkasnya.
Pemkot Semarang berkomitmen untuk membangun kolaborasi yang kuat dengan para tokoh agama, sekaligus memastikan bahwa Kota Semarang siap menjadi tuan rumah yang baik bagi perhelatan nasional yang membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat.




















