Menurut dia penurunan tanah terjadi hampir setiap hari dengan kisaran 2-3 sentimeter (cm). Saat hujan deras, penurunan tanah dapat mencapai sekitar 5 cm.
“Semoga, pemerintah desa bersama instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan serta kajian teknis untuk memastikan penyebab pergerakan tanah dan menentukan langkah penanganan yang tepat,” ujar Sahid.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah menindaklanjuti keluhan warga di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, terkait pergerakan tanah yang diduga dipicu gerusan aliran Sungai Lusi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Blora Surat mengatakan inspeksi lapangan direncanakan akan dilakukan pekan depan bersama BBWS Pemali Juana.
“Minggu depan rencananya akan dilakukan inspeksi dari BBWS Pemali Juana. Sedangkan pihak desa belum menyampaikan laporan resmi terkait kejadian tersebut kepada Dinas PUPR Kabupaten Blora,” ujarnya. (Ant)


















